Manfaat Sarapan setiap pagi | Id-Media Manfaat Sarapan setiap pagi | Id-Media Manfaat Sarapan setiap pagi - Id-Media

Berbagi Informasi dan Situasi

Breaking

Sabtu, 16 September 2017

Manfaat Sarapan setiap pagi

ID-MEDIA


Hidup sehat bisa dimulai dengan sarapan setiap pagi. Banyak manfaat sarapan untuk kesehatan tubuh. Salah satunya, sarapan sehat bisa menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Sehatnya sarapan dalam menjaga kesehatan kolesterol dibuktikan penelitian di Finlandia seperti dilansir BBC. Mereka yang tidak sarapan, kata penelitian itu, cenderung merokok, minum minuman beralkohol lebih banyak dan berolah raga lebih jarang dibandingkan mereka yang rajin sarapan.


Ditemukan pula bahwa yang tidak sarapan justru cenderung lebih gemuk karena lebih senang mengonsumsi makanan ringan tak sehat sela-sela waktu makan untuk meningkatkan kadar energi mereka.
“Anak-anak yang tidak sarapan rata-rata memiliki orang tua yang tidak sarapan. Selama masa remaja, pola tidak sarapan ini terkait erat dengan perilaku tak sehat seperti merokok, minum alkohol dan menggunakan mariyuana. Mereka yang tidak sarapan kebanyakan tidak peduli pada kesehatan mereka dibandingkan yang rajin sarapan,” kata Dr. Anna Keski-Rahkonen, peneliti soal sarapan dari Helsinki University, Finlandia.
Penelitian lain menemukan manfaat sarapan untuk menjaga diri dari penyakit jantung dan diabetes. Penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition itu meneliti efek sarapan dan tidak sarapan pada jumlah kalori yang diasup serta dibakar selama seharian. Mereka juga meneliti insulin, kadar gula darah dan kolesterol pada 10 wanita sehat dengan berat badan normal.
Penelitian itu menemukan bahwa wanita sehat yang tidak sarapan selama dua minggu ternyata makan lebih banyak selama seharian, memiliki kadar kolesterol jahat LDL yang lebih tinggi dan lebih tidak sensitif terhadap insulin dibandingkan wanita yang sarapan setiap hari.
Selama dua minggu para wanita itu sarapan antara pukul tujuh dan delapan pagi dan kemudian ngemil snack berupa wafer cokelat antara pukul 10.30 dan 11.00. Para wanita itu makan dua makanan tambahan dan snack pada waktu yang ditentukan setiap hari dan mencatat semua makanan yang dikonsumsi.
Setelah rehat selama dua pekan, para wanita yang sama mengikuti protokol yang sama namun melewatkan sarapan namun mengonsumsi makanan sarapan pagi di waktu makan siang antara jam 12 dan 12.30. Mereka kemudian menyantap dua kali makan dan dua kali snack di waktu yang ditentukan selama dua minggu.
Hasil penelitian terhadap sepuluh wanita itu mengungkapkan bahwa wanita yang sarapan mengonsumsi 100 kalori lebih sedikit sehari. Penelitian juga menemukan bahwa kolesterol total dan kolesterol jahat LDL pada mereka yang sarapan secara signifikan lebih rendah dibandingkan yang tidak sarapan. Total kolesterol mereka yang sarapan adalah 121 mg/dL sementara saat tidak sarapan memiliki kadar kolesterol total 133 mg/dL.
Kolesterol jahat LDL pada kelompok yang rajin sarapan adalah 60 mg/dL sedangkan ketika tidak sarapan angka itu naik jadi 70 mg/dL. Di samping itu penelitian menemukan mereka yang rajin sarapan memiliki respon insulin yang baik saat makan. Ini artinya risiko mereka untuk menderita diabetes menjadi lebih rendah.
Sarapan yang sehat, papar Dr. Samuel, sama seperti makan siang dan makan malam. Semuanya harus seimbang sesuai dengan jumlah, jadwalnya dan jenis. Dalam hal jumlah, makanan yang masuk harus sama dengan energi keluar. Diusahakan agar energi masuk itu jangan berlebihan. “Sebaiknya makan tetap sehari tiga kali, sarapan, makan siang dan makan malam. Makan malam juga wajib tapi jenis dan jumlahnya yang harus diperhatikan,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar